Cetak Masker Scuba Custom – bikinidcard.com. Masker adalah kain khusus untuk menutupi serta hidung (seperti yang kenakan oleh dokter dan perawat di rumah sakit).

Sejak wabah COVID-19 hamper di seluruh dunia, termasuk Indonesia, pemerintah setempat dan dinas terkait menganjurkan masyarakat untuk selalu memakai masker setiap saat keluar rumah dan bepergian sebagai salah satu cara mencegah penularan virus tersebut.

Imbauan tersebut membuat sebagian masyarakat bingung lalu panic buying. Beberapa masyarakat ada yang memborong masker khusus medis untuk dikenakan pribadi, namun ada juga pihak tidak bertanggung jawab yang menimbun masker medis untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Tindakan tidak manusiawi ini mengakibatkan tidak tersediannya masker di pasaran yang sempat berlangsung selama lebih dari satu bulan.

Kejadian ini membuat para penjahit baik perseorangan maupun perusahaan konveksi berinisiatif untuk menciptakan masker kain. Disamping itu, para pedagang masker non-medis juga gencar mempromosikan berbagai macam jenis masker.

Tapi tidak semuanya bisa melindungi tubuh manusia dari ancaman virus dan baketeri — terutama infeksi virus corona. Berikut ini penjelasan jenis masker, ciri masing masing dan kegunaannya yang benar.

Jenis-Jenis Masker dan Spesifikasinya

Berdasarkan berbagai sumber yang sudah kami rangkum, ada 6 macam masker yang kini banyak dijual di pasaran. Jenis tersebut tersebut yaitu:

Masker Medis

Merupakan masker yang dikenakan oleh para petugas kesehatan. Terbuat dari kain kasa dan kain nonwoven yang dirancang khusus agar mampu menangkal virus, bakteri, bau tidak enak, namun masih nyaman dipakai.

Masker medis biasanya terdiri dari 3 lapis. Dibagian yang terluar dan bagian yang menempel mulut serta hidung dibuat dari kain tahan air. Gunanya untuk mencegah droplets maupun cairan dari luar agar tidak memapar tubuh. Disamping itu agar droplets dari tubuh kita tidak menulari orang lain. Sementara bagian tengah dipasang kain filter yang sebagai bagain yang menyaring udara dari asap dan debu.

Masyarakat umum dihimbau tidak menggunakan masker medis sebab tenaga lebih membutuhkannya. Mereka merupakan orang-orang yang paling mudah tertular virus corona.

Masker Scuba

Jenis masker scuba merupakan jenis masker non-medis. Sesuai namanya, masker non medis ini dibuat dari kain scuba yang sangat lembut, cukup tebal dan adem. Ia merupakan jenis yang bisa dipakai berulang kali, sehabis dipakai ia bisa dicuci dan dikeringkan kembali.

Awalnya jenis masker ini hanya dipakai untuk melindungi dari paparan sinar matahari dan polusi. Selain itu, orang-orang banyak menggunakannya karena masker ini biasa dipakai oleh selibriti Korea jauh sebelum Covid-19 merebak.

Akan tetapi, mulai dari masa pandemic banyak yang menggunakannya bukan sekadar sebagai pelindung diri dari debu, sinar matahari ataupun agar tampak lebih stylist. Jenis masker scuba 1 lapis yang tebalnya sama dengan masker tiga lapis dari kain lain membuatnya masyarakat Indonesia memakainya karena tampaknya masyarakat kita lebih percaya makin tebal masker jadi makin efektif mencegah penularan penyakit.

Masker Gas

Jenis masker ini tidak dipakai untuk melindungi dari debu jalanan bahkan virus. Fungsinya yaitu untuk melindungi dari asap dan gas berbahaya. Dibuat dari bahan yang sangat tebal dan dibentuk sedemikian rupa hingga menutup hampir seluruh wajah, tidak hanya hidaung dan mulut. Ia dilengkapi dengan filter udara. Umumnya dipakai oleh pemadam kebakaran, petugas lab kimia, tentara dan profesi-profesi sejenisnya.

Masker P95

Jenis masker ini respirator sekali pakai. Dirancang sebagai pelindung saluran pernapasan dari berbagai jenis mikro partikel yang berbahaya. Kode P memiliki arti kebal terhadap partikel non minyak dan minyak. Sedangkan angka 95 bermakna kemampuan menyaring mikro partikel yang mencapai 95%. Menggunakan bahan yang lebih tebal jika dibandingkan bahan scuba, namun tidak setebal dibanding masker gas. Biasanya masker ini digunakan oleh petugas lapangan bidang kontruksi maupun pertambangan. Para pekerja tidak disarankan mengenakan masker P95 lebih dari 8 jam terus menerus karena ia sangat rapat.

Masker N99 dan N100

Masker N99 dan N100 sesungguhnya persis dengan masker P95, cuma kemampuannya yang berbeda. Kedua jenis respirator tersebut tidak kebal terhadap partikel yang mengandung minyak. Tingkat keefektiva kode N99 untuk menyaring udara mencapai 99%, sedangkan masker N100 mencapai 99,97%.

Masker Kain

Jenis masker kain dapat digunakan berulang kali setelah dicuci. Diproduksi dari berbagai jenis kain seperti oxford, sifon dan kain-kain lain yang biasa digunakan untuk bahan pembuatan baju maupun celana. Sebelum ada serangan Covid-19, jenis masker ini dipakai oleh para pengendara motor, pesepeda ataupun pemakai kendaraan umum untuk melindungi diri dari polusi dan debu. Namun kini, jenis ini bisa dipakai untuk melindungi diri dari droplets dari orang sekitar.

Masker ini ada yang 1 lapis, 2 lapis maupun 3 lapis. Ketebalan setiap 1 lapis kain berbeda-beda, tergantung kain yang dimanfaatkan oleh produsen. Tidak ada peraturan khusus yang mengatur jenis kain yang harus digunakan untuk membuat masker, pun tidak ada aturan yang mengatakan berapa lapis seharusnya masker kain diproduksi.

Beberapa jenis tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa masker yang boleh dipakai untuk mencegah penularan virus dan bakteri adalah masker medis dan masker non-medis yang terbuat dari kain scuba atau kain lain. Sedangkan masker gas, masker N99, masker P95 serta masker N100 tidak layak digunakan untuk melindungi dari virus dan bakteri.

Tips Memilih Masker Non-medis

Jenis masker non-medis dibuat dari bermacam-macam kain dengan ketebalan yang berbeda. Sebagian masker non-medis ini untuk melindungi diri dari bakteri dan virus. Berikut ini tips and trick untuk memilih masker kain non-medis yang dapat dilakukan.

  1. Pilihlah Bahan yang Nyaman dipakai

Indonesia merupakan negara beriklim tropis jadi penting bagi Anda untuk memilih masker yang bahannya nyaman dipakai. Tujannya supaya Anda nyaman memakainya, terutama apabila Anda bepergian memakai sepeda.

  1. Minimal 3 Lapis

Pemerintah Indonesia memberi saran supaya masyarakat menggunakan masker kain 3 lapis agar menghalau droplets dari orang disekitar Anda. Maka pilihlah masker dengan 3 lapis sesuai saran pemerintah.

  1. Satu Lapis tapi Tebal

Pemerintah Indonesia menyarankan untuk menggunakan  masker kain 3 lapis tujuannya agar kita memakai  masker yang cukup tebal karena rata-rata masker dari bahan kain tidak tebal. Akan tetapi, jika ada masker kain 1 lapis yang punya ketebalan yang sama dengan masker 3 lapis. Contohnya masker scuba, tidak mengapa memakai masker kain 1 lapis tersebut.

  1. Pilih yang Dilengkapi Penyaring Udara maupun Kantong Penyaring

Jika belum menemukan masker kain 1 lapis yang tebal, bisa pilih masker non-medis yang dilengkapi filter. Akan tetapi bila tetap sulit mendapatkannya, Anda bisa memilih masker 2 lapis yang ada kantongnya. Kantong ini berguna untuk menyelipkan tisu basah sebagai penyaring. Anda juga dapat menyimpan kain non-woven di dalam kantong masker tersebut supaya mampu menahan benda-benda cair.

Saat ini masker kain non-medis tersedia dalam bentuk dicustom, lho! Eits, namun masker kain custom ini tidak diorder sembarangan di pasaran, Anda hanya dapat mengordernya di Bikinidcard.com. Kunjungi web resminya untuk melihat daftar harga serta informasi lain.