Sebuah kisah yang diceritakan oleh penulis dari situs penaqolbi.com

Ada seorang pemuda sholeh dan memiliki wajah tampan dari Arab, ia pergi ke mesir untuk meminta ilmu, ia kemudian berangkat menuju mesir dan kompilasi tiba di Mesir ia tingggal didekat kampus tempat ia menuntut ilmu.

Dan ia bertetangga dengan keluarga yang memiliki anak perempuan, di mana wanita ini setiap hari ia berjumpa dengan kaum muda sehingga sangat tertarik.

Akhirnya wanita ini berusaha untuk sampai ke pemuda ini, namun ternyata pemuda ini adalah pemuda yang harus mampu itu.

Wanita ini berusaha membuat fitnah atau memindahkan lelaki ini, kompilasi tiba waktu malam dan wanita ini mengandalkan puncak syahwatnya, pada tengah malam kompilasi angin berhembus di puncak musim dingin ia sengaja mengetuk pintu rumah pemuda tersebut.

Saat pintu dibuka, ia langsung masuk kerumah sebelum minta izin, ia mulai dengan berlagak dengan pura-pura berseru: “Tolong saya, saya dibawa dari rumah dan pergi ke luar, sangat dingin dan tidak ada tempat saya berlindung di tempat sebelumnya”.

Akhirnya lelaki ini tidak mampu melakukan apa-apa karena perempuan telah masuk dalam rumah, kemudian mulailah syaithan masuk dan membisikkan ke dalam hati pemuda tersebut, namun apa yang dilakukan pemuda tersebut?

Pemuda itu kemudian masuk ke dalam kamarnya ia mengembalikan lampu atau pelita kemudian ia meminta masuk ke dalam api tersebut sambil mengangkat berhasilnya kompilasi ia kepanasan ia kemudian menariknya sambil berkata: “Wahai jiwaku minta ditopang panasnya panas Allah apa saja yang ingin ditanyakan” , ia mengulangi hal tersebut hingga keluar air dilihat dan wanita tersebut terlihat dan mengatakan: “Apa yang aku lakukan malam ini karena dia tidak sedikitpun menoleh kepadaku”.

Akhirnya wanita tersebut pergi meninggalkan pemuda tersebut dan pergi ke bapaknya dan mengatakan: “wahai ayah tolong minta lelaki itu untuk melamarku, aku tidak mau berterima kasih” akhirnya dilamarlah pemuda tersebut (wanita melamar pemuda lihat aib)

Dan Allah Subhanahu wata’alaahkan pemuda tersebut dengan yang halal dengan menikahkan menjadi suami istri. Karena pemuda tersebut mengeluarkan yang haram akhirnya Allah Subhanahu wata’ala menggantinya dengan yang halal.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ مِنُه
بدلك الله به ما هو خير لك منه “Sesungguhnya JIKA Engkau Meninggalkan Sesuatu KARENA Allah, niscaya Allah akan Memberi ganti padamu DENGAN Yang Lebih Baik.” (HR Ahmad 5:. 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Dari kisah diatas kita dapat mengaplikasikan dalam kehidupan kita tatkala mendorong syahwat untuk melakukan perbuatan yang haram, mendorong syahwat untuk melakukan maksiat dan maksiat apa saja yang Allah haramkan, lalu membawalah karna Allah karna hal ini merupakan ujian dari Allah Subhanahu wata’ala maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dari apa yang kita inginkan. Insya Allah.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullah berkata:

“Barangsiapa yang mengumbar pandangan pandang maka penyesalan yang dirasakan tiada henti. Dan sesuatu yang lebih berbahaya adalah mengumbar pandangan. Karena ia akan melihat segala sesuatu yang dicarinya dan tidak bersabar untuk dapat memperoleh apa yang telah dilihatnya. Dan itu adalah derita dan perawatan yang diambil ”. (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin).